Matahari menjingga di sudut bumi
Menyapu siluet
Menampilkan gelap bersama waktu
Kau bertanya apakah kau tak lebih berarti dari sekedar kenangan lama yang tertanam dibawah prasasti
Aku tahu bukan ragu tanyamu
hanya sekadar meyakinkan diri karena kau daun terakhir di ranting itu
Kau bersiap untuk jatuh dan bersemi ketika badai menerjang pesisir kita
namun kau terus bertahan
seperti aku
Kita mengukir janji untuk bersama
seperti siang yang berganti malam
atau senja sebagai penanda
tak perlu kau hawatirkan angin
atau gelapnya malam yang mencekam
tak perlu mempertanyakan matahari
atau arah angin berhembus
akan selalu ada badai yang datang membuat kita ragu
tapi ingatlah
cerita ini bukan hanya tentang rindu []
(Dikala senja menepi, di hari bahagiamu 260423)
.jpeg)
0 comments:
Post a Comment