Tuesday, 31 October 2023

Tentang Lagu Romantis



Takkan selamanya tanganku mendekapmu

Takkan selamanya raga ini menjagamu

Jiwa yang lama segera pergi

Bersiaplah para pengganti

Dear Diary, ini ternyata hari Selasa dan aku harus menghadapi 5 Ide menulis dalam 5 hari berturut-turut. Ya ini ideku karena iseng melihat rindu kemaren di hari Blogger Nasional. Aku tertawa melihat rindu tertatih-tahih menyelesaikan DL nya, bahkan ada suatu waktu yang dia hanya termenung di depan laptop dengan halaman microsoft word kosong, suci tanpa noda, hehehe.

Sekarang aku juga merasakannya, sepertinya ini karma karena mengolok-oloknya kemaren. Dia memberi 5 Ide menulis kemaren, dan kami sepakat akan untuk saling membuatkan judul. Sepertinya Rindu serius ingin menghajar habis intuisi dan naluri menulisku (Naluri yang lain ngak perlu ya mbak hehe). Lalu di memintaku melakukan hal yang sama, membuatkannya 5 Ide menulis, dan aku dengan mudahnya mengatakan, yaudah buatmu sama aja de hehehe.

Wow keren, aku bisa membuat dua paragrap tanpa kalimat aneh yang bersayap dan mengepak-ngepak. Tidak seperti "Purnama Merindu' kemaren. Itu adalah ide di hari pertama lho. Kali ini tulisanku lebih ringan ya, mungkin tadi karena habis pijet, badan yang kaku sudah mulai pulih melentur kembali seperti Oky Jelly Drink. Ups hampir lupa hari ini aku mendapat tema "Lagu Paling Romantis yang kusuka" boleh versi Indo atau Barat ujar Rindu. Padahal aku lebih suka lagu dan puisi versi Thailand seperti yang satu ini yang berjudul "Are You ready" hehehe buka ya linknya, dengarkan dan resapi hehehe.

Ok cukup ya, kita mulai bahasan serius sekarang. Lagu romantis ya, sebenarnya aku punya definisi lain terhadap itu. Aku berpikir lagu romantis itu bukan hanya lagu yang liriknya mengacu pada sesuatu yang romantis, tapi bisa saja mengacu lebih kepada rasa syukur, ataupun sesuatu yang membuatku bisa terbang dalam alur liriknya, bukan hanya berupa cinta namun pula sesuatu yang bisa membuatmu pulang pada sesuatu.. ehm.. dah mulai aneh kalimatku guys. lanjut ya.

So, if you ask me about my favorites songs. that's a lot of songs. Lets choose one. Apa ya bagaimana kalau kita bahas saja salah satu lagu Noah yang berjudul "Tak Ada yang Abadi" Aku tak tahu menurut kalian. Tapi menurutku ini lagu yang romantis haha.

Takkan selamanya tanganku mendekapmu

Takkan selamanya raga ini menjagamu

Seperti alunan detak jantungku

Tak bertahan melawan waktu

Dan semua keindahan yang memudar

Atau cinta yang telah hilang

Tak ada yang abadi

Tak ada yang abadi

Tak ada yang abadi

Tak ada yang abadi

Biarkan aku bernafas sejenak

Sebelum hilang

Takkan selamanya tanganku mendekapmu

Takkan selamanya raga ini menjagamu

Jiwa yang lama segera pergi

Bersiaplah para pengganti

Tak ada yang abadi

Tak ada yang abadi

Tak ada yang abadi

Tak ada yang abadi


Kau liat bagaimana kesederhanaan liriknya. Namun itu bisa membuatku membuat berbagai macam versi cerita dari sana. Seperti pesan perpisahan terakhir atau pesan seorang ayah kepada anaknya seraya mengusap kepala sang anak sang ayah berucap "Takkan selamanya tanganku mendekapmu. Takkan selamanya raga ini menjagamu" seolah berkata Ayah tak selamanya ada nak, Jadilah orang yang sukses lalu temukan belahan hatimu. " Jiwa yang lama segera pergi. Bersiaplah para pengganti" Ayah tak akan hidup selamanya kau adalah penerus yang mengembang kewajiban terhadap adik-adikmu. Bimbinglah mereka karena kelak kau juga akan menjadi seorang ayah.

Sekarang Versi kedua "Biarkan aku bernafas sejenak. Sebelum hilang" Sebuah keyakinan seorang lelaki karena fakta mengatakan bahwa dia tak punya banyak waktu lagi untuk bersama kekasihnya. Ada sesuatu yang disembunyikan lelaki itu, mungkin seperti penyakit ganas yang tak diberitahukannya pada siapaun. Dia menelannya sendiri seperti sungai menelan daun yang terjatuh dari ranting pohon. "Takkan selamanya tanganku mendekapmu. Takkan selamanya raga ini menjagamu" Lelaki itu tak akan mampu untuk menemani belahan hatinya, menjaganya dari dinginnya malam, atau kejamnya dunia yang mencemooh kisah cinta mereka.

kau liat kan sekarang. Itu hanya satu lagu dan aku bisa terhanyut dalam berbagai macam dunia di dalamnya, kau mungkin akan berpikir setelah membaca semua tulisan yang ada disini dari awal. Apakah itu cerita nyata, atau hanya bualanku yang kudapat dari lagu atau mungkin buku-buku berdebu dipojokan perpustakaan yang sudah mulai ditinggalkan, 

kau tak akan tahu, jalani saja. Karena ini adalah kisahku, kisah kita dan hanya milik kita []

0 comments:

Post a Comment

 
;