Monday, 30 October 2023

Purnama Merindu




Aku meminta pada yang ada

Aku merindu pada yang kasih

Aku merayu padamu yang sudi

Merinduku

Aku tak pernah mempertanyakan datangnya senja. Seperti langit yang senantiasa berubah, membawa aroma perasaan yang tak pernah sama. Aku tak pernah bisa memulai cerita, semuanya muncul begitu saja. Seperti kini; dari Kisah Purnama Merindu.

Aku membacanya berulang kali, ada sesuatu yang menarik tapi tak kutemukan. Tentang alur yang tiba-tiba berubah menjadi latar kayangan dengan sayap-sayap malaikat bertebaran. Aku tahu ini adalah sebuah kisah pengharap. Seperti kisahku dan Rindu.

Waktu mendesakku. Tiap detik tak lagi sama, bahkan tak seperti kebiasaan  ketika kita duduk menatap senja di beranda sambil bercengkrama. Cerita ini harus terus berlanjut. Kau tahu seberapa banyak repihan-repihan yang menunggu untuk dipadukan. Sudah tak terhingga sampai kau bingung harus memulainya dari mana. Ketika waktu menghentikan langkahmu sejenak dan kau kehilangan ritme untuk melangkah, terbaur oleh dunia yang tak nyata.

Lalu tiba-tiba kau melihat siluetnya dipersimpangan jalan. Semilir angin membawa aroma meyakinkanmu. Dia menatapmu dengan sayu membawa sebuah tas jinjing kecil yang sudah pasti berisi repihan cerita. Menungguku untuk dipadukan dalam satu dunia yang entah itu tak kuyakini apakah ada.

Apa kau masih bertahan dengan cerita ini. Sudah kukatakan diawal kan, aku melepaskan jiwaku pada cerita ini sehingga membuatnya tak nampak seperti biasa. Bahkan tak memantulkan siluet di telaga seperti biasa. Bacalah sekali lagi dan kau akan melihat ribuan anak tangga yang kutumpuk  menuju masa depan. Seperti harapan lelaki pada cerita Medley. Aku meminta pada yang ada, Aku merindu pada yang kasih, Aku merayu padamu yang sudi. Merinduku...[]

0 comments:

Post a Comment

 
;