Thursday, 28 September 2023

Medley



Dia. Masih seperti biasa. Ditempat biasa. disebuah kursi panjang yang mulai melapuk di tepian telaga. Masih disana duduk sepanjang sore dengan secangkir kopi pikirku. Mungkin dia menunggu seseorang kemarin. Tapi hari ini, lelaki itu kembali. Siluetnya masih seperti kemarin membayang ditepian telaga dengan tatapan nanar ke barat. Apa kemarin seseorang yang ditunggunya tidak datang? atau dia hanya penikmat senja. Seperti beberapa orang lain yang juga duduk ditepian sana.

***

Sudah empat hari ketika aku melewati jalan yang sama ketika pulang dan melihat lelaki itu selalu disana. Di jam yang sama, lalu hilang bersama kabut malam yang mulai menuruni bukit. Aku ingin menyapanya, tapi apa perduliku. Aku berdiri beberapa jengkal darinya dan dia sama sekali tak menyadari keberadaanku, lalu tiba-tiba seorang lelaki asing muncul sambil tersenyum menepuk pundakku. "Tak apa, dia temanku dan aku sudah menemukannya". Dia mendekatinya duduk lalu bercengkarama.

***

"Aku tak tahu kalau sekarang kau menyukai sebuah telaga, sudah berapa hari kau tak pulang? Rindu datang ke rumah 3 hari ini, mencarimu. Pikirnya seperti biasa kau ada di beranda atapku. Ada apa?"

Aku agak kaget ketika Joy bisa menemukanku. Aku tak meninggalkan jejak sama sekali. tidak juga tali yang biasa kuikatkan di ranting pohon sebagai penanda jalur. Aku benar-benar berjalan menuruti langkah kaki. Tanpa apapun. Lalu aku sampai disini dan hanya ingin duduk sendiri disini.

"Tak apa sobat, aku hanya sedang ingin sendiri bernafas sejenak sebelum hilang".

Kulihat Joy mengerutkan keningnya "Apa maksudmu? cetusnya."

Aku hanya bisa tersenyum "Tak apa sobat, aku akan pulang nanti" mungkin Rindu akan marah besar tapi aku tak perduli, bahkan ketika dia mungkin memutuskan untuk pergi dariku. Aku akan tetap ada seperti dulu "Bertahan melawan waktu".

0 comments:

Post a Comment

 
;