Friday, 3 November 2023

Balik sama mantan atau dengan orang baru


Dari kejauhan, tergambar cerita tentang kita
Terpisah jarak dan waktu
Ingin kuungkapkan rindu lewat kata indah
Tak cukup untuk dirimu
Sebab kau terlalu indah dari sekedar kata
Dunia berhenti sejenak menikmati indahmu.
Ada waktu dimana kau ingin kembali ke masa lalu. Mengenang sesuatu yang indah. Kau mungkin takut akan esok. Kepada mentari yang mungkin membakar semua harapan. Atau hujan yang meluluh lantakkan hati. Namun kau masih sangsi. Seperti lelaki yang mempercayai pesan terakhirmu. Bahwa nanti akan ada lagi rengkarnasi sepertimu, perempuan lembut yang mampu membaca pikiranku dan membalasnya dengan senyuman manis. Menghiasi hidupmu dengan canda dan tawa. Dan walaupun pedih itu selalu datang, Kita tetap saja tak perduli.
***
Akhirnya kita sampai pada titik penghabisan, sebuah tema yang sudah lama kukubur rapat. Aku tidak jeli membacanya ketika kau pertama kali melemparkan hal ini. Tapi tak mungkin aku bisa menolaknya karena ini darimu. Malam ini aku mengoyak kembali luka lama dan aku tak tahu bagaimana tanggapanmu nanti. Aku ingin memanipulasinya, tapi tetap saja aku terseret dalam arusnya. Aku berteman Noah ketika menulis ini "Tak Ada Yang Abadi", mendengarkan ini aku bisa menceritakannya dengan lancar. Entahlah aku tak tahu kenapa.

Kau tahu beberapa tahun yang lalu, sebelum aku bertemu Joy dan Rindu. Aku berlayar jauh dan tak kunjung pulang. Laut adalah satu-satunya hal yang mampu meredam luka. Tak ada yang bisa menyembunyikan senja dariku ketika kau berada di atas kapal. Dia selalu muncur di tempat yang sama, tanpa gedung pencakar langit yang menghalanginya, atau hiruk pikuk kehidupan yang membuatmu lupa akan cerita lama. Aku terus mencarimu, seperti ujaran Datuk yang kupercaya karena memang tak pernah meleset.

Aku memutuskan untuk pergi karena Datuk. 3 hari setelah kepergianmu Datuk datang membawa kabar, bahwa dia bermimmpi bahwa aku akan penawar lukaku di suatu pulau di ujung sana. Dan aku memutuskan untuk pergi. Berhari-hari dihantam gelombang dengan perahu kecilku menuju pulau seperti kata Datuk. Ya sepertinya memang sepertimu, aku menemukan beberapa penawar yang sempat kuyakini bisa mengobati lukaku. Namun tetap saja, luka ini sudah terlalu dalam. Entah, apakah ucapan Datuk akan meleset sekarang atau dia sengaja menyelamatkanku dari amukan para lelaki yang menyalahkanku atas kepergianmu, membuatku menjauh.

Lalu disuatu pulau yang jauh aku menemukan Rindu. Diantara harapan yang sudah lama hilang. Dia mengobatiku, membuatku terus bernafas sampai sekarang. Dan walaupun kami sempat kembali terpisah dan datang dengan keadaan yang berbeda. Aku tahu kau tetaplah sama. Aku akan selalu ada untukmu, seperti aku menjaga hati ini selama lebih 1 dekade, menyapamu disetiap pagi dan senjaku. Merebahkan diri sambil menatap bintang di kaki bukit, bercerita tentang hariku, orang-orang yang mengesalkanku, atau sesuatu yang lucu seperti mimpi kita. Membangun rumah ditepi telaga, hidup dengan sederhana. Dan kau tertawa lepas, ketika mendengar tentang buah hati kita yang berkejaran dengan seekor bebek di halaman.[]

0 comments:

Post a Comment

 
;