Rindu kembali marah padahal baru berbaikan
Seperti hujan yang datang pelan
Aku hanya diam seribu bahasa
Seperti telaga
Kalender menunjukkan hari istimewa kemarin
Ya, aku mengetahuinya
Dan aku punya kebiasaan dengannya
Hanya saja air mata seharian tak mereda
Apakah aku harus menulis puisi untuknya?
Atau kah memberikan setangkai bunga?
Batu bernama teronggok diam disudut sana
Adik-adikku sudah disana
Assalamualaikum Bunda []

0 comments:
Post a Comment