Monday, 19 February 2024

Angin

 


Aku diam dalam malam

Menikmati titik terendah dalam hidup

Aku berpikir kalau angin adalah penenang

Tapi dia hanya lalu sesaat, memberi kesejukan


Masih di tebing ini

Melihat kelap-kelip lampu kota di bawah sana

Berpikir

Apakah mereka berbahagia


Pernahkah mereka berpikir bahwa aku disini

Apa mereka akan mencariku?

Ataukah justru akulah sang angin?

Yang hanya datang memberi arti sekejap, lalu sirna


Lelaki berkacamata berjas putih

Memberi kabar akan kebebasan

Seperti demokrasi yang dinanti

Mengabarkan bahwa tak akan lagi ada derita

Dan aku diam tak bergeming, sepertinya memang sudah waktunya. 


Angin akan berlalu. Tak perlu ada yang tahu[]


0 comments:

Post a Comment

 
;