Aku diam dalam malam
Menikmati titik terendah dalam hidup
Aku berpikir kalau angin adalah penenang
Tapi dia hanya lalu sesaat, memberi kesejukan
Masih di tebing ini
Melihat kelap-kelip lampu kota di bawah sana
Berpikir
Apakah mereka berbahagia
Pernahkah mereka berpikir bahwa aku disini
Apa mereka akan mencariku?
Ataukah justru akulah sang angin?
Yang hanya datang memberi arti sekejap, lalu sirna
Lelaki berkacamata berjas putih
Memberi kabar akan kebebasan
Seperti demokrasi yang dinanti
Mengabarkan bahwa tak akan lagi ada derita
Dan aku diam tak bergeming, sepertinya memang sudah waktunya.
Angin akan berlalu. Tak perlu ada yang tahu[]
.jpeg)
0 comments:
Post a Comment