Saturday, 22 March 2025

Semua Tak Sama

 


Akhirnya kita mengerti
kalau malam akan selalu tiba
membawa pekat dan dingin

seperti matahari yang selalu kau rindu ditiap pagi
sebuah harapan akan sesuatu yang absurb
seperti bumi yang terhenti

***

Sudah satu tahun kepergian. Tak ada yang spesial, hanya kumpulan kisah biasa yang tak layak disampaikan. Lelaki tak pernah bercerita kata mereka. mungkin itu adalah istilah yang tepat. Aku bertemu dengan orang suci. orang yang tak pernah kucari. datang dengan sendirinya. Dia duduk dibawah pohon ara dengan sebilah tongkat kayu dan pakaian lusuhnya. sepertiku, dia sedang mencoba melawan buasnya sang mentari di atas ubun ubun kami. 

Apa kau sedang menuju kota itu tanyanya. aku terkejut ketika dia mengajakku bicara. aku masih mengatur nafas sembari membuka botol air persediaanku.

Apakah masih jauh pak? apa anda juga menuju kesana?

Lelaki itu tak menjawab, hanya senyuman kecil yang tiba-tiba muncul di wajahnya. 

Entahlah, Jawabnya. aku sedang menunggu seseorang disini. seseorang yang akan sampai dibawah pohon ini yang mulai bertanya karena ragu.

Kau tau anak muda, tak akan ada yang tahu seberapa jauh dia akan melangkah. kecuali dia mencoba melakukannya. seperti tiga hal di dunia ini yang tidak bisa ditutupi: Matahari, bulan dan kebenaran.

Aku terdiam sejenak, mencoba menelaah apa yang orang tua itu ucapkan, tanpa kusadari dia sudah melangkah menaiki bukit. Siluetnya memanjang diikuti cahaya mentari yang mulai turun di bukit sebelah sana.

Aku masih tak mengerti. ingin kutanyakan kembali atau sekadar berkenalan atau mendapat teman di perjalanan. kulangkahkan kaki mengekornya. dan sesampainya aku di atas bukit sana. dia sudah tidak ada. lenyap tak tersisa.

Aku masih tak mengerti. seperti kupikir bahwa dia memahami. bawha perjalananku tahun terakhir ini tak lagi sama. Seperti lantunan padli dalam lagunya. atau seperti mentari yang jatuh ditempat yang sama []


0 comments:

Post a Comment

 
;