Titik terendah
ketika tak ada lagi air mata yang menetes
Mungkin kau diciptakan seperti mahluk lain
yang hanya menjadi pelengkap dalam sejarah bumi
Aku berpikir sejenak
Menatap langit
Malam ini tak ada bintang dan bulan
Hanya pekat yang tak bisa kau bedakan dengan hatimu
Beberapa tanya terucap lirih
Kenapa harus hidup ketika mati
Sepeti segerombol capung dengan 24 jam-nya
Kenapa harus mengepak ketika tahu akan jatuh
Atau ini memang sudah seperti semestinya
Ada hitam ada putih
Ada Bahagia ada duka
dan kau orang orang terpilih
seonggok daging yang menanggung semuanya
Tak punya apa apa
Tak ada tempat pulang
bahkan sekarang kau bercengkrama dengan angin
Tak akan ada yang merindukanmu
Atau tertawa menangis bersamamu
Seperti darah yang membeku
Menghentikan nafas
Atau harapan
ketika langit tak lagi terang []
.jpeg)
0 comments:
Post a Comment