Wednesday, 9 April 2025

Sajak Hitam


Titik terendah
ketika tak ada lagi air mata yang menetes

Mungkin kau diciptakan seperti mahluk lain 
yang hanya menjadi pelengkap dalam sejarah bumi

Aku berpikir sejenak
Menatap langit
Malam ini tak ada bintang dan bulan
Hanya pekat yang tak bisa kau bedakan dengan hatimu

Beberapa tanya terucap lirih
Kenapa harus hidup ketika mati
Sepeti segerombol capung dengan 24 jam-nya
Kenapa harus mengepak ketika tahu akan jatuh
Atau ini memang sudah seperti semestinya

Ada hitam ada putih
Ada Bahagia ada duka
dan kau orang orang terpilih
seonggok daging yang menanggung semuanya

Tak punya apa apa
Tak ada tempat pulang
bahkan sekarang kau bercengkrama dengan angin

Tak akan ada yang merindukanmu
Atau tertawa menangis bersamamu

Seperti darah yang membeku 
Menghentikan nafas
Atau harapan
ketika langit tak lagi terang []

0 comments:

Post a Comment

 
;